Tampilkan postingan dengan label innisfree. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label innisfree. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2018

Innisfree Best Collection Kit For New Member

Masih membahas tentang perawatan wajah yang saya pakai setahun ini. Hehehe. Ketika saya ke gerai Innisfree di Central Park Jakarta untuk membeli rangkaian Super Volcanic Pore Clay Mask, saya ditawari untuk membuat kartu keanggotaan Innisfree sebelum melakukan pembayaran di kasir. Saya pun mengiyakan karena akan mendapat produk Innisfree gratis! Hahaha.


Nah, produk gratis yang didapatkan dari membuat kartu keanggotaan adalah produk dalam bentuk mini, antara lain Super Volcanic Pore Clay Mask, Innisfree The Green Tea Seed Serum, dan Innisfree Orchid Enriched Cream. Kalau masker sih sudah saya ulas sebelumnya ya jadi kali ini saya akan mengulas serum dan pelembabnya. Saya akan mengulas serumnya terlebih dahulu berdasarkan apa yang saya rasakan.


Perawatan wajah sebenarnya hanya terdiri dari empat tahap namun dalam perawatan wajah ala Korea Selatan meluas menjadi sepuluh bahkan belasan tahap. Serum merupakan salah satu tahap yang ada dalam perawatan wajah ala Korea Selatan. Serum memiliki bentuk yang lebih kental dari toner dan lebih encer dari pelembab dan menurut saya serum Innisfree ini tergolong encer jadi lebih hemat dalam penggunaannya. Aromanya juga enak di hidung saya, tidak terlalu manis dan kuat.

Sama seperti ulasan di unggahan sebelumnya, saya menggunakan serum ini apabila saya maskeran. Hehehe. Saya merasa tidak cocok dengan serum ini. Saya memang tidak mengalami beruntusan tapi saya langsung memiliki dua atau tiga jerawat besar sekaligus setelah menggunakannya. Huhuhu. Jadi memang benar ya, produk Innisfree tidak membuat beruntusan? Hehehe.

Awalnya saya kira jerawat yang muncul hanya masalah hormon tapi ada seorang teman saya yang juga memakai serum ini. Teman saya ini bercuit di akun twitter-nya jika dia berjerawat setelah memakai serum ini dan menyimpulkan jika dia tidak cocok. Membaca cuitannya, saya jadi berpikir jika yang saya alami sama. Saya memutuskan untuk puasakan wajah saya dari serum ini untuk mengempeskan jerawat besar yang ada. Saat saya mencobanya lagi, wajah saya tidak berjerawat lagi dan saya terus menggunakan serum ini sampai habis karena sayang kalau tidak dihabiskan walaupun gratisan.

Tidak semua produk best seller dari perawatan wajah cocok di wajah kita, termasuk saya yang kurang cocok dengan serum ini. Mungkin karena permasalahan wajah saya tidak sesuai dengan serum ini sehingga kurang cocok. Harga serum ini juga termasuk menguras kantong ya seperti toner-nya, namun serum ini ada dijual dalam bentuk mini. Berbeda dengan rangkaian Super Volcanic Pore Clay Mask yang membuat saya galau untuk repurchase atau tidak, untuk serum ini saya tidak ragu untuk tidak repurchase. Hehehe.

Produk selanjutnya yang akan saya ulas adalah Innisfree Orchid Enriched Cream. Ini merupakan pelembab sekaligus anti aging yang tidak mengandung SPF atau UV Protection.


Saya suka pelembab ini dan ini merupakan produk Innisfree yang membuat saya tidak ragu untuk repurchase dari segi kualitas, fungsi, dan kecocokan. Hanya segi harga yang membuat saya berpikir panjang untuk repurchase. Hehehe. Saya menggunakan pelembab ini pada malam hari dan dibawa tidur tapi kadang saya gunakan juga di siang hari. Saat saya kondangan di siang hari, saya gunakan pelembab ini sebagai base sebelum dirias.

Karena ini merupakan produk anti aging, seorang teman saya ada yang bilang begini ke saya:

"Umur belum kepala 3 kenapa pakai anti aging sih? Pemborosan aja!"

Hahahaha! Jadi begini, saya kan termasuk perempuan yang telat mengenal produk perawatan wajah, selama seperempat abad saya hanya membersihkan wajah dengan air dan pembersih wajah, tidak pernah pakai sun protection juga. Jadi saya merasa kulit wajah saya mengalami penuaan dini, terlepas dari wajah saya yang memang terlihat lebih tua dewasa dari usia saya sebenarnya. Hahaha. Wajah saya memang tidak ada kerutan karena memang usia saya yang belum kepala 3 tapi ya saya merasa wajah saya mengalami penuaan dini. Hehehe. Saya belum pernah periksa usia kulit wajah ya jadi ini murni pendapat saya, belum tentu benar jika diperiksa. Mungkin juga karena wajah saya yang terlihat tua dewasa jadi saya merasa kulit wajah saya mengalami penuaan dini.

Mayoritas produk Innisfree sepertinya memang memiliki aroma yang ringan dan harum, termasuk pelembab ini. Jika dibandingkan dengan serumnya, pelembab ini lebih tidak lengket di tangan dan wajah. Pagi hari saya dibuat bahagia karena wajah saya terasa kenyal saat disentuh. Hehehe. Untuk harga, jangan ditanya! Hahaha. Semua produk yang ada embel-embel anti aging tidak ada yang murah! Pelembab ini merupakan salah satu produk Innisfree dengan harga mahal. Tapi memang karena faktor kecocokan jadi saya akan repurchase. Hehehe.

Jumat, 14 September 2018

Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam and Toner

Tidak afdol rasanya jika di ulasan sebelumnya saya menampilkan gambar pembersih wajah dan toner Innisfree tapi keduanya tidak ikut diulas. Hehehe. Saya akan mengulas pembersih wajahya terlebih dahulu baru kemudian mengulas toner-nya.


Nama produknya terdapat kata “volcanic”. Kalau saya pribadi langsung beranggapan jika produk ini berbau tidak enak seperti produk yang mengandung belerang. Untuk maskernya sih saya tidak mencium aroma yang mengganggu bahkan hidung saya seperti tidak mencium ada aroma apa-apa di maskernya. Ternyata pembersih wajahnya berbeda karena memiliki aroma yang enak. Aromanya tidak terlalu manis dan kuat seperti pembersih wajah merk lain yang pernah saya coba. Saya suka aromanya tapi ada waktu-waktu tertentu saya justru enek dengan aromanya, entah karena bosan atau apa.

Pembersih wajah ini mengandung bulir-bulir kecil dan halus yang tidak menyebabkan wajah kasar setelah menggunakannya. Wajah saya justru menjadi lebih kenyal dan enak disentuh setelah menggunakannya. Produksi minyak juga aman tapi pori-pori saya masih segitu-gitu saja. Petunjuk penggunaannya adalah membilas dengan air hangat tapi dari awal hingga pembersih wajah ini habis, saya tidak pernah membilasnya dengan air hangat dan tidak memberikan efek negatif di wajah saya. Untuk ukuran mini, pembersih wajah ini tergolong hemat. Saya katakan demikian karena saya hanya menggunakannya jika akan menggunakan maskernya. Hahaha. Jadi kalau saya tidak mau maskeran, saya tidak menggunakan pembersih wajah.

Kalau ditanya apakah saya akan repurchase produk ini, saya tidak bisa menjawab. Hehehe. Di ulasan sebelumnya kan saya bilang lebih tertarik untuk membeli scrub-nya jadi saya merasa pemborosan jika membeli ini dan scrub. Selain itu juga karena saya baru membeli pembersih wajah Garnier yang ukuran besar. Hehehe


Selanjutnya saya akan mengulas toner-nya. Jadi urutan penggunaan ketiga produk ini adalah pembersih wajah - toner - masker. Sama seperti pembersih wajahnya, saya menggunakan toner ini saat akan memakai maskernya jadi hemat digunakannya. Aroma toner ini hampir mirip dengan pembersih wajahnya tapi lebih ringan lagi. Kalau dibandingkan toner lain yang pernah saya gunakan, toner ini tidak terlalu membersihkan kotoran di wajah. Jadi kapas yang digunakan warnanya tidak berubah, kalaupun berubah ya tidak banyak berubah. Saya kurang paham ya mana yang seharusnya, setelah kita membersihkan wajah dengan pembersih wajah kemudian dilanjut toner. Haruskah kapasnya berubah warna? Hehehe

Selain itu, awalnya saya kira toner ini merupakan exfoliating toner karena maskernya dapat mengangkat sel kulit mati di wajah. Saya pernah membaca tanya jawab di salah satu unggahan pada akun instagram Innisfree Indonesia kalau ini hanya toner biasa sehingga tidak mengangkat sel kulit mati (maaf kalau salah tulis karena ingatan saya). Tapi ya menurut saya cukup beralasan kalau ini hanya toner biasa karena toner ini akan efektif dan maksimal jika digunakan secara bersamaan dengan pembersih wajah dan maskernya. Kalau semua bersifat exfoliate, habis dong kulit wajah kita kalau digunakan rutin dan jangka panjang.

Harga toner ini lumayan menguras kantong ya, apalagi dibanding toner merk lain dengan ukuran yang sama. Apalagi jika ini bukan exfoliating toner. Jadi saya beranggapan jika exfoliating toner harganya harus lebih mahal. Hahaha. Saya masih galau mau repurchase atau tidak. Tapi kemungkinan besar tidak ya, kecuali Innisfree menjual paket seperti ini lagi. Hehehe.

Kesimpulan yang saya bisa tarik adalah wajah saya kemungkinan besar cocok dengan rangkaian ini, mengingat Innisfree merupakan produk perawatan wajah yang tidak menyebabkan efek beruntusan jika tidak cocok. Hasil yang saya lihat tidak signifikan karena saya tergolong malas menggunakannya dan tidak sesuai petunjuk penggunaan yang seharusnya. Hehehe.

Innisfree Jeju Super Volcanic Pore Clay Mask

Hellooooo, I'm back! Hahahaha. Bulan Mei lalu HP jadul android kesayangan saya ngambek, disusul nomor HP yang sudah 8 tahun bersama hangus. Sedih banget kalo diinget. Hiks. Akhirnya saya bener-bener vakum dari dunia maya dan sekarang niat menulis saya sedang timbul :) Saya mau ikut kekinian dengan menulisan ulasan produk perawatan wajah yang saya gunakan setahun ini. Saya bingung mau mengulas yang mana terlebih dahulu tapi akhirnya memutuskan untuk mengulas ini. Ya, memang sudah sangat terlambat untuk mengulas ini karena sekarang sudah ada varian barunya! Hahaha. Tapi saya tetap akan mengulasnya sih :))



Sebelum mengulas, saya mau cerita dulu bagaimana perjalanan saya hingga akhirnya mau memulai perawatan wajah. Jadi setahun lalu saya baru memulai yang namanya perawatan wajah, ya walaupun lebih banyak malasnya daripada rajinnya. Selama ini sebenarnya saya amat sangat cuek dengan perawatan wajah karena lingkungan tempat saya menghabiskan waktu mayoritas tidak menggunakan skincare. Semenjak remaja hingga sekarang masih remaja saya hanya menggunakan facial foam dan terkadang masker untuk wajah karena saya juga hanya mengenal bedak dan lipstik untuk make up sehari-hari. Wajah saya tidak banyak diapa-apain kok jadi ya saya pikir tidak perlu ribet merawatnya.

Beberapa tahun lalu sebenarnya saya pernah diingatkan oleh seorang rekan kerja akan pentingnya merawat kulit wajah yang menjadi pembeda setiap orang. Tapi ya dulu mah skincare tidak menjamur seperti sekarang. Dulu mah cuma ada merk lokal dan wajah saya sombong karena banyak tidak cocok dengan produk lokal jadi saya cuma pakai facial foam untuk wajah. Jadi intinya saya "batu" untuk urusan perawatan wajah sampai akhirnya sadar di tahun 2017. Hahahaha

Masih melanjutkan cerita di atas. Saya diracuni oleh teman saya ketika saya menginap di rumahnya. Teman saya ini memiliki kulit wajah yang berminyak dan berjerawat dan masker ini memang diperuntukkan mereka yang memiliki wajah dengan minyak berlebih dan pori-pori yang besar. Wajah saya berminyak tapi masih dalam batas normal jika dibandingkan dengan teman saya tapi saya memiliki pori-pori yang besar (mau didempul make up setebal apapun, yang namanya pori-pori besar sulit disamarkan). Pada saat saya menginap, saya juga diracuni produk lain tapi yang saya ingat hanya ini dan water sleeping mask-nya Laneige. Keesokan paginya wajah saya memang terasa berbeda, lebih nyaman disentuh sehingga saya jadi tergoda untuk mencoba produk perawatan wajah lainnya.

Saya yang kebetulan sedang di Jakarta memutuskan datang ke gerai Innisfree yang ada di Central Park yang sedang mengadakan promosi, yaitu beli masker ini gratis toner dan facial foam ukuran kecil. Jadi dengan harga 190 ribu rupiah kita akan mendapat 3 barang. Nah, sekarang mari memasuki tahap mengulas produk. Hehehe


Setelah saya punya masker ini sendiri, saya jadi bisa menilai sendiri bagaimana pengaruh sebenarnya di wajah saya. Innisfree (menurut penuturan banyak orang) merupakan salah satu skincare yang tidak menimbulkan efek beruntusan di wajah jika tidak cocok dan ini berlaku di saya. Tapi ingat, harus sesuai petunjuk penggunaan ya, kalau tidak justru bisa menimbulkan jerawat besar atau beruntusan atau iritasi .

Memakai masker ini memberikan sensasi dingin di wajah saat menunggunya kering. Masker ini juga seperti memiliki aroma terapi karena setiap saya menunggu kering, saya sering merasa tenang dan mengantuk. Tidak enaknya adalah masker ini membuat wajah terik saat maskernya sudah kering. Masker ini harus dibilas maksimal 20 menit ya karena kalau lebih dari itu bisa membuat jerawatan. Saya pernah ketiduran selama kurang lebih setengah jam dan wajah saya jadi berjerawat keesokan harinya. Anjuran membilas masker ini adalah memakai air hangat, awalnya saya ikuti tapi lama-lama malas sehingga saya membilas dengan air biasa (setelah melihat YouTube channel-nya mbak Suhay Salim tentunya). Dan ternyata membilas dengan air biasa tidak menimbulkan efek negatif di wajah saya.

Saya yang tidak rutin memakainya (padahal hanya boleh digunakan maksimal 3x seminggu tapi masih aja males!) melihat tidak ada perubahan yang signifikan di wajah saya, pori-pori saya masih segitu-gitu saja. Tapi memang mengontrol produksi minyak di wajah karena wajah saya pernah menjadi kering saat saya lagi kesambet rutin memakainya. Memakai masker ini juga bisa membuat jerawat yang sudah timbul white head meredam. Saya pernah memakai masker ini, entah suhu ruangan panas atau suhu badan saya yang panas, masker ini tidak kering dalam 20 menit, padahal biasanya 5 menit saja kadang sudah kering. Waktu saya berkaca, ternyata wajah saya penuh keringat! Akhirnya saya bilas dan untungnya tidak menimbulkan efek negatif di wajah saya.

Sekarang sudah ada varian baru dari masker ini yaitu Super Volcanic Pore Clay Mask 2x. Menurut teman saya yang sudah mencobanya, memakai varian baru lebih enak dan tidak membuat wajah terik apabila maskernya sudah kering. Saya mau mencobanya tapi lebih besar rasa keraguan saya daripada rasa penasaran saya mencobanya. Hahaha. Masker ini hanya 100 ml tapi kalau dipakai seorang diri membutuhkan waktu lama untuk habis, karena produk perawatan wajah biasanya harus habis dalam waktu 6 bulan. Saya sekarang lebih tertarik dengan Jeju Volcanic Pore Scrub Foam-nya Innisfree. Semoga segera terlaksana untuk membelinya. Aamiin :)